Social Icons

Senin, 24 Desember 2012

Penyakit yang Biasanya Muncul Pada Ikan Lele

Berikut adalah sambungan dari posting sebelumnya, yaitu Budidaya Lele di Kolam Terpal. Selamat membaca ya !,semoga bermanfaat

A. PENDAHULUAN

Ikan lele (Clarias, sp) merupakan ikan konsumsi air tawar. Ikan ini bersifat nokturnal, yaitu aktif bergerak mencari makan pada malam hari. Ikan lele sangat digemari masyarakat karena dagingnya yang lezat, harganya yang tidak terlampau mahal dan juga kandungan protein yang cukup tinggi. Cara pengolahannya pun beraneka ragam sesuai selera. Selain untuk dikonsumsi, ikan lele yang masih kecil juga bisa dimanfaatkan sebagai ikan hias. Kegunaan lain dari ikan lele adalah dapat menyehatkan jantung.
Dengan permintaan pasar yang semakin meningkat, maka usaha budidaya ikan lele juga semakin pesat dilakukan dengan berbagai metode. Habitat asli ikan lele adalah di sungai berarus tenang, rawa, sawah yang tergenang air, waduk dan telaga. Dalam kegiatan budidaya ikan lele ini ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Meskipun ikan lele merupakan ikan yang dapat bertahan hidup pada kondisi lingkungan yang rendah oksigen, bukan berarti ikan ini dapat tahan terhadap serangan penyakit. Ikan lele dapat dengan mudah terserang penyakit apabila dalam proses budidayanya tidak dilakukan dengan baik.

B. PERMASALAHAN
Berdasarkan pendahuluan diatas, penulis merumuskan beberapa permasalahan yang akan dibahas dalam makalah ini, diantaranya sebagai berikut:
1. Penyakit apa saja yang sering menyerang ikan lele, dan bagaimana gejala yang ditunjukkan?
2. Organisme apa yang menjadi penyebab penyakit tersebut?
3. Bagaimana cara pencegahan agar ikan lele tidak mudah terserang penyakit?

C. PEMBAHASAN
Pada kondisi perairan yang kurang terkontrol dan saat pertahanan didalam tubuh ikan sedang buruk atau lemah, penyakit ikan dapat dengan mudah menginfeksi ikan-ikan yang dipelihara. Penyakit ikan yang paling sering menyerang ikan lele adalah dari golongan bakteri dan parasit.
Bakteri menurut Satyanegara (2009) adalah mikroorganisme dengan struktur intraseluler yang sederhana bentuknya berbeda menurut genusnya. Ciri-ciri bakteri tersebut adalah dapat tumbuh berkembangbiak dalam kelompok, berbentuk rantai dan benang, memiliki koloni yang berwarna dan berkilau, atau tidak. Metabolismenya aerob atau anaerob.
Aeromonas, sp. dan Pseudomonas, sp. Adalah contoh bakteri yang sering ditemukan menginfeksi ikan lele. Gejala yang menunjukkan penyakit yang disebabkan oleh bakteri ini adalah nafsu makan berkurang, ikan cenderung tidak aktif, berenang tidak wajar, insang rusak, kadang-kadang terdapat bintik-bintik putih, berwarna pucat, akhirnya membusuk dan geripis. Selain itu juga ikan akan megap-megap seperti kesulitan bernafas.
Menurut Sarono (1993), Aeromonas, sp. Merupakan bakteri patogen penyebab penyakit Motil Aeromonas Septicemia (MAS), terutama untuk spesialis ikan air tawar di daerah tropis. Ikan yang terinfeksi bakteri ini akan memperlihatkan kebiasaan yang tidak normal yaitu berenang lambat, megap-megap dipermukaan kolam, atau berdiam diri didekat dasar kolam.
Selain bakteri, parasit juga sering ditemukan mengifeksi ikan lele. Parasit yang menyerang ikan ada 2 macam, yaitu parasit yang menginfeksi bagian luar tubuh ikan (ektoparasit) dan parasit yang menginfeksi bagian dalam tubuh ikan (endoparasit). Keduanya sangat berpengaruh terhadap kesehatan ikan. Beberapa parasit yang sering menyebabkan kematian pada ikan diantaranya adalah Ichtyophtirius, Dactylogyrus, dan Trichodina.
Parasit adalah hewan atau tumbuhan yang hidup atas pengorbanan dari induk semangnya (hewan atau tumbuhan lain). Jadi parasit itu hidup dengan satu yaitu menyakiti induk semangnya. (Alifudin, 1996)
Ikan lele yang terserang parasit Ichtyophtirius ditandai dengan adanya bintik-bintik putih di permukaan tubuhnya yang biasa disebut dengan penyakit white spot. Pada infeksi yang belum begitu parah, ikan terlihat sering menggesekkan tubuhnya pada benda-benda yang ada di kolam. Namun pada tingkat infeksi yang parah, ikan akan tergeletak di dasar kolam maupun akuarium yang disertai dengan pendarahan pada bagian sirip dan produksi lendir berlebih.
Infeksi parasit Ichtyophtirius menyebabkan perubahan-perubahan di sekeliling jaringan kulit dan membentuk suatu rongga yang dikelilingi oleh parasit. Sel-sel epitel yang berdekatan dengan parasit menjadi rusak. Pembuluh-pembuluh darah yang terkena menjadi berdilatasi dan jaringan-jaringan disekitarnya terinfiltrasi oleh sel-sel darah. (Taufik, 1990)
Trichodina juga merupakan parasit yang cukup berbahaya bagi ikan lele. Parasit ini biasa menyerang bagian eksternal organ kulit, sirip, serta insang pada ikan air tawar maupun laut. Pada umumnya ikan yang terserang parasit ini akan mengalami sirip yang patah atau luka, tidak nafsu makan hingga ikan menjadi lemah dan kemudian mati.
Menurut Alifudin (1996), Trichodina merupakan parasit protozoa. Spesies ini memiliki rambut getar (cilia). Penularannya melalui kontak langsung dengan organisme dalam air. Penularan akan terjadi dengan cepat apabila kepadatan populasi cukup tinggi. Parasit Trichodina akan berkembang pesat pada perairan yang tenang dan pada kolam yang dangkal.
Jenis parasit yang terakhir akan dibahas pada makalah ini adalah Dactylogyrus. Parasit ini termasuk kedalam golongan cacing. Ikan yang terserang parasit ini akan menunjukkan gejala pernafasan yang tidak teratur, ikan menjadi kurus, sering melompat ke permukaan air, dan kerusakan berat pada insang.
Parasit Dactylogyrus mempunyai bentuk tubuh yang pipih. Serangan parasit ini dapat mengakibatkan produksi lendir yang berlebih, insang pucat, operculum terbuka, berenang tidak normal, dan kandungan sel darah putih berlebih. (Trimariani, 1990)
Tindakan pencegahan yang dapat dilakukan agar ikan lele yang dipelihara terhindar dari serangan penyakit adalah seagai berikut:
1. Pemberian pakan yang teratur
2. Mengganti air kolam jika sudah keruh atau kotor
3. Melakukan pemisahan antara ikan lele yang baik dengan yang kurang baik atau kurang sehat
4. Kolam yang telah terinfeksi penyakit harus segera dilakukan pengeringan.

D. SIMPULAN
Dari pembahasan dari makalah ini maka penulis dapat mengambil simpulan sebagai berikut:
1. Penyakit yang biasa menyerang ikan lele kebanyakan berasal dari golongan parasit dan bakteri
2. Aeromonas, sp. dan Psedomonas, sp. adalah contoh penyakit pada ikan lele yang disebabkan oleh 
    bakteri, sedangkan Trichodina, Dactylogyrus dan Ichtyophtiriusmerupakan jenis penyakit yang 
    disebabkan oleh parasit.
3. Masing-masing penyakit yang menyerang ikan lele menimbulkan gejala yang berbeda tergantung jenis  
    penyakitya.

E. DAFTAR PUSTAKA
Alifudin, Dama. 1996. Kriteria Ikan Terinfeksi, Sakit, Tertular, Sembuh dan Sehat. Materi Seminar HPIK. Bogor: BpLPP
Sarono, A. 1993. Deskripsi Hama dan Penyakit Ikan. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Perikanan
Satyanegara, Yusuf. 2009. Budidaya Ikan Lele. Jakarta: www.scribd.com
Taufik, P. 1990. Cara Identifikasi Bakteri Patogen pada Ikan. Bogor: BPLPP
Trimariani, A. 1990. Pencegahan Penyakit Ikan Golongan Parasit dan Jamur. Bandung: Universitas Padjajaran

0 komentar:

Poskan Komentar